Terjebak di Permukiman Warga Barito Kuala, 35 Bekantan Kondisinya Memprihatinkan

Terjebak di Permukiman Warga Barito Kuala, 35 Bekantan Kondisinya Memprihatinkan  РDinas Kehutanan Kalimantan Selatan akan mengevakuasi 35 ekor bekantan yg terperdaya di permukiman penduduk di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Beberapa puluh ekor bekantan itu sekarang ini dalam situasi yg memprihatinkan.

“Kami akan lekas kerjakan pelepasliaran semuanya bekantan itu, hingga memperoleh tempat serta kehidupan yg wajar di area yg udah disediakan,” tutur Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq, Senin (11/2/2019).

Hanif mengutarakan, 20 dari 35 ekor bekantan sekarang ada di muka kantor Pekerjaan Umum Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Ke-20 ekor binatang yg udah diputuskan jadi maskot Kalsel itu gagasannya akan lekas dievakuasi dalam minggu-minggu ini.

Dinas Kehutanan kedepannya akan lekas berkirim team penjinak bekantan. Maksudnya, biar semuanya hewan berhidung panjang itu dapat lekas di kirim ke area yg udah disediakan. Area itu ialah Pulau Bekantan, yg ada pada Taman Rimba Rakyat Sultan Adam, yg udah diputuskan jadi tempat berkembang biaknya bekantan-bekantan itu.

Tidak hanya di Marabahan, sejumlah 15 ekor bekantan yg sekarang ada di daerah Sungai Taib, Kabupaten Kotabaru, akan lekas dipindahkan ke area yg lebih wajar. Sekarang ini bekantan yg ada pada Sungai Taib berkembang cukuplah sangat cepat, hingga tempatnya tidak sangat mungkin buat bekantan untuk berkembang serta hidup lebih baik.

Hanif ikut mengutarakan sekarang ini pihaknya benar-benar serius mencermati perkembangbiakan bekantan, lantaran hewan unik Kalimantan itu udah diputuskan jadi lambang Kalsel.

Awal mulanya, Pemerintah Propinsi akan menggendong 20 ekor bekantan yg sekarang ada di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur, untuk di letakkan di pulau yg terdapat di Taman Rimba Raya Sultan Adam dengan luas 24 hektare. Menurut Hanif, pihaknya udah bekerjasama dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk memboyongnya.

Pemprov Kalsel ikut udah mengharap izin pada kementerian berkaitan untuk dapat menempatkan ke 20 ekor bekantan itu ke habitat aslinya. Bekantan itu terpaksa sekali dipindahkan lantaran area di KBS sebagai tempat berkembang biaknya bekantan itu udah melampaui kemampuan.

Area seluas 1 hektare di KBS udah ditempati sejumlah 53 ekor bekantan, walaupun sebenarnya bagusnya 1 hektare cuma ditempati empat ekor bekantan. Untuk memercepat proses perpindahan atau relokasi hewan-hewan itu, Dinas Kehutanan Kalsel udah mengirim surat ke KBS serta Balai Besar Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Jawa Timur tentang support relokasi Bekantan dari Surabaya ke Kalsel.