Rekam PRT Sedang Mandi Pria Singapura Ditangkap

Rekam PRT Sedang Mandi Pria Singapura Ditangkap – Seseorang pria di Singapura diadili sebab merekam pembantu rumah tangganya (PRT) yang datang dari Indonesia, yang sedang mandi. Pria yang kerja pada Otoritas Imigrasi serta Pos Kontrol (ICA) itu dijatuhi hukuman 12 minggu penjara oleh pengadilan Singapura.

Seperti dikutip Kanal News Asia, Rabu (26/6/2019), pria berumur 30 tahun yang namanya tidak diutarakan ke publik itu, akui bersalah atas dua tuduhan mengejek martabat si PRT Indonesia. Tiga tuduhan yang lain masih juga dalam alasan pengadilan.

Korban yang berumur 36 tahun, yang pun tidak disebutkan namanya, kerja jadi PRT untuk keluarga dari istri pria ini. Tetapi mereka tinggal satu rumah.

Dikatakan wakil jaksa penuntut umum, Genevieve Pang, jika terdakwa mulai punya niat untuk lihat si PRT itu mandi di akhir tahun 2016 kemarin. Dengan memakai gunting, terdakwa membuat dua lubang ditengah-tengah pintu plastik pada toilet yang berada di dapur tempat tinggalnya.

Terdakwa membuat lubang pada suatu container logam yang digunakan menaruh detergen. Container itu ditempatkan di rack yang ada di toilet. Ia selanjutnya aktifkan model merekam video pada telephone pegang iPhone 4s kepunyaannya serta meletakkannya di container logam itu. Ia menyengaja menempatkan lensa camera pada lubang yang dibuatnya.

Sesudah si PRT usai mandi, terdakwa akan menanti seputar 1/2 jam sebelum ambil telephone genggamnya dari container logam itu.

Dengan langkah berikut, terdakwa sukses merekam si PRT sedang mandi sekitar 3x, di antara akhir tahun 2016 serta awal tahun 2017. Ia mengaku jika lubang di pintu toilet dipakainya untuk melihat si PRT yang sedang mandi.

Diutarakan dalam sidang jika terdakwa dengan tidak menyengaja merekam wanita lain yang sedang mandi, terhitung saudari iparnya sendiri, yang pada akhirnya mengerti jika ia direkam tanpa ada izin. Saudari ipar terdakwa lalu melapor ke polisi.

Polisi ditempat langsung tangkap terdakwa. Telephone pegang serta beberapa barang punya terdakwa yang digunakan dalam tindak kriminil ini, diambil alih.

Untuk tiap tuduhan mengejek martabat wanita, terdakwa dapat terancam hukuman maximum 1 tahun penjara atau hukuman denda.