Home / Berita Umum / Pemerintah Provinsi Jambi Tetapkan Status ke Level ‘Waspada’ Bencana Banjir

Pemerintah Provinsi Jambi Tetapkan Status ke Level ‘Waspada’ Bencana Banjir

Pemerintah Provinsi Jambi Tetapkan Status ke Level ‘Waspada’ Bencana Banjir – Tragedi banjir menggenangi rumah sampai persawahan punya masyarakat di 4 kabupaten Propinsi Jambi. Pemerintah Propinsi Jambi mengambil keputusan status ke level ‘waspada’ berkaitan tragedi ini.

“Ketinggian air Sungai Batanghari telah di angka 12,60 mtr.. Ini tetap berstatus siaga. Sekarang ini ada 4 Kabupaten di Jambi yang terendam oleh banjir yakni Kabupaten Kerinci, Tebo, Merangin, serta Sarolangun,” kata Kepala BPBD Jambi Bachyuni Deliansyah, Sabtu (2/3/2019).

Tragedi banjir ini berlangsung gara-gara tingginya curah hujan di lokasi Jambi sejumlah minggu paling akhir. Tidak cuman banjir, daerah di 4 Kabupaten itu pun mudah terjadinya tanah longsor.

“Tempat yang mudah akan tanah longsor itu yakni ada pada Sarolangun, Kerinci serta Merangin. Namun sekarang ini yang berlangsung longsor itu di Kabupaten Merangin ada 3 titik longsor yang berlangsung dari sana,” tutur Bachyuni.

Dari data BPBD Jambi, sejumlah 1.700 rumah di Kabupaten Merangin terendam banjir. Lantas 1.430 rumah di Kabupaten Sarolangun ikut pula terendam.

“Untuk Kerinci, ada sekitar 300 rumah yang terkena limpahan larva dingin dari gunung Kerinci. Yang lainnya data belumlah masuk, tetap pendataan,” kata Bachyuni

Disamping itu Kepala BPBD Sarolangun, Jambi Trianto mengemukakan banjir kesempatan ini merendam 6 kecamatan di Kabupaten Sarolangun Jambi. Tetapi, dari 6 Kecamatan itu tdk semua desa yang terendam oleh banjir.

“Ketinggian banjir itu banyak ragam dimulai dengan 50 cm sampai 1 mtr.. Banjir yang menggenangi itu sifatnya mengalir tdk mengendap lama. Maka bila daerah tdk hujan karena itu mulai berangsur surut. Namun apabila daerah lainnya hujan seperti Kerinci atau Merangin karena itu bisa jadi air sungai kembali naik,” tutur Trianto.

Bukan hanya menggenangi rumah masyarakat. Banjir pun menggenangi sawah sampai sebabkan tidak berhasil panen. Minimal ada 250 hektare sawah terendam banjir, 30 hektare salah satunya tidak berhasil panen.

Gara-gara banjir ini, BPBD Sarolangun pun udah mengerjakan pemasangan tenda-tenda darurat di banyak tempat banjir. Bukan hanya itu BPBD pun udah mengerjakan evakuasi pada masyarakat yang tempat tinggalnya terendam banjir.

“Evakuasi masyarakat itu yang manakah tempat tinggalnya terendam banjir, kita bawa juga kelokasi yang tdk terendam banjir atau kedataran yang tambah tinggi. Banjir ini pula tdk mengkonsumsi korban jiwa. Namun ada sekian banyak beberapa barang punya masyarakat terbenam terendam. Pemberian sembako pun udah kita salurkan,” kata Trianto.

Trianto menyarankan biar masyarakat masih senantiasa siaga pada tragedi banjir kesempatan ini. Ditambah lagi di Jambi intensitas curah hujan tetap tinggi.

About admin