Home / Berita Umum / Pelaku Pembacokan Satpol PP Surabaya Ditangkap dalam Pelariannya di Madura

Pelaku Pembacokan Satpol PP Surabaya Ditangkap dalam Pelariannya di Madura

Pelaku Pembacokan Satpol PP Surabaya Ditangkap dalam Pelariannya di Madura – Polisi tangkap pemeran pembacokan anggota Satpol PP Kota Surabaya. Pemeran diamankan dalam pelariannya di Madura.

Pemeran merupakan Moch. Maksum. Pria 46 tahun itu merupakan tukang sayur di Pasar Keputran. Selesai kerjakan pembacokan anggota Satpol PP Kota Surabaya yang bernama Tri Setia Bakti sampai alami luka serta jahitan di lengan kirinya, pemeran melarikan diri ke Madura.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyampaikan pemeran diamakan dalam tempat persembunyiannya di Desa Landak, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan.

“Pemeran kami tangkap barusan pagi, dalam tempat persembuyiannya di Tanah Merah, Bangkalan, Madura,” kata Sudamiran terhadap wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (2/3/2019).

Sudamiran menuturkan peristiwa ini berasal waktu petugas Satpol PP Kota Surabaya kerjakan penertiban di lokasi Pasar Keputran pada (26/2) waktu 20.30 WIB. Waktu kerjakan penertiban ada mobil pikap yang tengah turunkan banyak barang dalam tempat yang dilarang sampai selanjutnya ditertibkan. Tetapi waktu penertiban ada pertikaian serta gesekan.

“Pemeran tak dapat membendung diri lamgsung kerjakan penganiayaan dengan membacok tangan korban serta menimbulkan luka,” papar Sudamiran.

Disamping itu, pemeran terhadap wartawan mengatakan emosi waktu ditertibkan. Dikarenakan dalam penertiban itu, banyak barang kepunyaannya telah di turunkan. Walau tempat itu dilarang buat mengerjakan aktivitas bongkar muat.

“Banyak barang telah kami turunkan. Mobil mau saya suruh pergi, namun diminta KTP sama STNK, saya tidak ingin, kan mereka bukan polisi kok mohon STNK. Tahu-tahu ada anggota menggerakkan adek saya selanjutnya saya emosi,” papar Moch Maksum.

Disadari oleh Maksum, pisau yang diperlukan membacok anggota Satpol PP merupakan pisau buat memotong sayuran. “Itu pisau yang saya gunakan keseharian buat motong sayur kubis,” pungkasnya.

Dari kejahatan yang dijalankan oleh terduga, polisi mengamankan sebuah pisau sayur yang diperlukan buat membacok korban.

Atas tingkah lakunya, terduga terancam Clausal 351 ayat (1) KUHP Jo Clausal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951 terkait penganiyaan dengan bahaya 10 tahun pidana penjara.

About admin