Kesulitan Padamkan Api Di Karhutla Riau Di Beberkan Petugas

Kesulitan Padamkan Api Di Karhutla Riau Di Beberkan Petugas

Kesulitan Padamkan Api Di Karhutla Riau Di Beberkan Petugas  – Kebakaran rimba serta tempat (Karhutla) di Riau tetap masih terjadi. Club Satgas kerjakan pemadaman udara serta darat, namun api masih membara.

Kebakaran tempat sekarang ini ada di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Detikcom menengok area yang terbakar, Jumat (2/8/2019) . Perjalanan dari Pekanbaru ke arah Kecamatan Langgam memerlukan waktu dengan kendaraan roda empat seputar 1 jam 30 menit.

Ke arah ke area titik api, melewati jalan koridor perusahaan rimba tanaman industri. Berjalan kaki seputar 1 km buat temukan titik api. Medan yang dilintasi cukup sulit.

Daerah bergambut serta semak belukar jadi kendala spesifik ke arah ke titik api. Hingga di area, nampak TNI AD dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 13 Bukitbarisan yang bertempat di Pekanbaru ada di daerah rimba.

Di area kebakaran ini, ada 38 perseonel yang kerjakan pemadaman. Daerah rimba ini membara telah berjalan lebih dari 5 hari yang silam.

Nampak pohon pohon jadi kering sebab terbakar. Di sanalah prajurit ini kerjakan pemadaman dengan memercayakan mesin semport air. Mereka silih bertukar buat kerjakan bara api yang masih menyala.

Asap pekat di area begitu menyesakan dada. Partikel debu membubung tinggi masa air disemprotkan ke tempat gambut yang terbakar.

” Kami telah dua hari di area ini buat kerjakan pemadaman. Kita pula dibantu club Damkar, kepolisian serta club perusahaan, ” kata Sesi Rudal Manpads III Ton II Rai Rudal D, Arhanud, Sersan Bintar Wijaya pada detikcom di area.

Bukan hal yang enteng buat kerjakan pemadaman api di area. Narasi Bintar, teamnya telah menyemprotkan air beberapa kali ke tumpukan batang balok yang terbakar jadi arang. Terasanya batang-batang kayu yang menghitam itu tidak ada bara apinya.

Akan tetapi, apabila club berpindah ke titik area yang lain ada angin kencang, sangat mungkin kembali buat berlangsung kebakaran.

” Kita di sini kerjakan pendinginan, tempo hari apinya besar sekali serta tinggi. Kami pernah mundur dari area, ” narasi Bintar.

Tidak hanya club darat, di area pula terpantau helikopter hilir mudik kerjakan water bombing. Ini dijalankan supaya sebaran titik api tak menjelar ke tempat yang lain.

” Kami kerjakan pemadaman di darat, Sagtas Udara menopang water bombing. Ini area gambut yang memang susah dipadamkan. Nampak saja api tak nampak, namun di gambut masih membera. Maka dari itu kita kerjakan pendinginan di area ini, ” kata Bintar.

” Club kita ada 125 orang, namun di bagi-bagi ke area yang lain. Bila di area kami ada 38 anggota, ” kata Bintar.