Gol Wijnaldum Dan Sinyal Liverpool Menjadi Juara Di Liga Champions

Gol Wijnaldum Dan Sinyal Liverpool Menjadi Juara Di Liga Champions – Dua gol yang diciptakan Georginio Wijnaldum ke gawang Barcelona pada putaran kedua semi final di Stadion Anfield, Rabu (8/5) pagi hari WIB, dapat jadi signal untuk Liverpool memenangkan Liga Champions pada musim ini.

Liverpool sukses merubah riwayat dengan menang mutlak 4-0 di pertemuan ke-2 selesai kalah 0-3 di pertandingan pertama. Awalnya The Reds tidak pernah comeback selesai kalah mutlak di putaran pertama di kompetisi Eropa.

Team bimbingan Juergen Klopp itu menang 4-0 karena semasing dua gol Divock Origi serta Georginio Wijnaldum. Origi buka kelebihan Liverpool pada menit ke-7 manfaatkan rebound Jordan Henderson.

Wijnaldum melipatgandakan kelebihan Liverpool pada menit ke-54 karena assist Trent-Alexander Arnold yang manfaatkan blunder Jordi Alba. Tuan-rumah unggul jauh 3-0 melalui Wijnaldum kembali pada menit ke-56 sebab sepakan pojok Xherdan Shaqiri.

Origi tutup kemenangan Liverpool pada menit ke-79 jadi 4-0 melalui sepakan pojok Arnold yang sudah sempat mengelabui beberapa pemain Barcelona. Kemenangan mutlak itu mengantar Liverpool ke final Liga Champions musim ini yang diadakan di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid.

Liverpool singkirkan Barcelona dari Liga Champions.Liverpool singkirkan Barcelona dari Liga Champions. (Reuters/Carl Recine)
Dengan singkirkan Barcelona, Liverpool wajar diunggulkan di final kelak menjadi juara Liga Champions 2018/2019. Signal Merseyside Merah dapat jadi juara musim ini telah terlihat waktu menaklukkan Barca.

Gol Wijnaldum serta Signal Liverpool Juara Liga Champions
Diantaranya melalui dua gol Wijnaldum pada menit ke-54 serta 56′ persis sama dengan gol Steven Gerrard serta Vladimir Smicer di final Liga Champions 2004/2005 di Stadion Ataturk, Istanbul. Pada musim itu Liverpool comeback selesai ketinggalan 0-3 di set pertama sebelum menang beradu penalti 3-2.

Tidak hanya menit gol yang sama, langkah Liverpool mencetak kemenangan pun tidak berlainan, yakni dengan comeback selesai ketinggalan tiga gol lebih dulu.

Di putaran pertama Liverpool kalah 0-3 melalui gol Luis Suarez serta dua gol Lionel Messi. Sedang waktu 14 tahun yang lalu Liverpool ketinggalan 0-3 di set pertama karena gol Paolo Maldini (1′) serta dua gol Hernan Crespo (39′ dan 44′).