Gempa Minim, Tapi Kalimantan Potensi Kebakaran Hutan Dan Banjir

Gempa Minim, Tapi Kalimantan Potensi Kebakaran Hutan Dan Banjir – Instansi Pengetahuan Pengatahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan kekuatan gempa bumi serta tsunami memang kecil di Kalimantan. Tetapi, LIPI memperingatkan jika daerah yang diwacanakan ganti ibu kota Jakarta ini mempunyai kekuatan tinggi berlangsungnya banjir serta kebakaran rimba karena kehadiran tempat gambut.

Kurangnya kekuatan gempa bumi serta tsunami di Kalimanten menurut Kepala Pusat Riset Geoteknologi Eko Yulianto sebab Kalimantan memang jauh dari batas lempeng yang disebut pemicu gempa bumi. Kalimantan juga tidak mempunyai sesar (patahan) aktif yang besar.

Namun berdasar pada jejak riwayat gempa, Eko menjelaskan Kalimantan tidak seutuhnya aman dari intimidasi musibah seismik.

“Intimidasi musibah seismik Kalimantan relatif paling aman dibanding pulau lain di Indonesia. Walau tidak seutuhnya aman sebab ada jejak gempa. Jadi masih ada kekuatan,” kata Eko dalam diskusi ‘Tantangan Perpindahan Ibu Kota’ di kantor LIPI, Jakarta, Selasa (28/5).

Pada bulan Maret lalu, pemerintah mewacanakan perpindahan ibu kota sebab beberapa fakta. Salah satunya ialah jumlahnya masyarakat padat, pencemaran lingkungan, kemacetan, sampai banjir.

Namun, Eko menjelaskan kehadiran batu bara serta gambut di Kalimantan malah memberikan indikasi jika Kalimantan rawan terserang banjir waktu musim hujan serta kebakaran rimba waktu musim kemarau.

“Jika itu tidak diurus secara baik karena itu setelah itu permasalahan baru musibah akan ada. Bukan gempa bumi serta tsunami tetapi ialah kebakaran tempat serta banjir. Berlangsung musim hujan akan banjir serta musim kemarau akan ada berlangsung kebakaran,” kata Eko.

Walau demikian Eko menjelaskan kehadiran tempat gambut yang luas membuat Kalimantan kaya tersedianya air yang dapat mendukung warga.

Oleh karenanya, Eko menerangkan perpindahan ibu kota harus dibarengi dengan perlakuan serta manajemen yang baik. Adanya perlakuan dana manajemen baik, Eko menjelaskan kekayaan air Kalimantan akan memberi efek positif, bukan justru memberi efek negatif.

“Ditambah lagi jika kita memerhatikan jika ke depan trend permukaan air laut akan naik sampai akhirnya janganlah dengan pergantian ini akan mengakibatkan frekwensi banjir serta kebakaran rimba seringkali,” tutur Eko.