Home / Indonesia / Dua Gedung Di Dekat Hotel Indonesia Diyakini Menyalahi Kontrak

Dua Gedung Di Dekat Hotel Indonesia Diyakini Menyalahi Kontrak

Sudah seharusnya, setiap bangunan yang berdiri harus memiliki izin dan berkas-berkas lainnya. Kalau tidak, maka sebuah bangunan tersebut akan bermasalah jika dibawa ke jalur hukum. Namun, hal semacam itu masih saja tetap ada di era seperti ini.

Dua bangunan besar yang berada di kawasan Hotel Indonesia diyakini telah menyalahi perjanjian kerja sama antara BUMN bidang perhotelan, yakni PT Hotel Indonesia Natour dengan PT Cipta Karya Bersama Indonesia serta PT Grand Indonesia.

Hal ini menjadi salah satu penyebab Hotel Indonesia Natour menjadi berpeluag menderita kerugian senilai Rp 1,2 triliun banyaknya. Dari dokumen yang didapatkan oleh harian Kompas.com di minggu yang lalu, dua bangunan yang tak tercantum dalam perjanjian ialah gedung perkantoran Menara BCA serta apartemen Kempinski.

Diketahui bahwa Menara BCA sekarang ini menjadi kantor pusat PT Bank Central Asia Tbk serta menjadi salah satu tempat perkantoran dengan sewa yang paling mahal di Tanah Air. Adapun untuk apartemen Kempinski ialah sebuah hunian kelas atas yang ada di daerah Jakarta Pusat. “Saya tak dapat berkomentar mengenai itu. Ini adalah permasalahan manajemen sebelumnya buakn kesalahn manajemen saat ini. Saat ini saya hanya fokus ke pengembangan saja,” kata salah satu perwakilan Bank BCA akhir minggu lalu.

About admin