Bayi Orang Utan Menangis Usai Induknya Dibunuh

Orang utan diketahui telah menjadi satwa yang dilindungi di negara Indonesia. Hal ini karena populasi hewan tersebut sudah semakin sedikit saja saat ini, sehingga pemerintah memutuskan untuk melindungi satwa tersebut. Namun, sampai saat ini masih ada juga orang memburunya untuk dijual meski ilegal.

Yang terbaru, ada laporan bahwa ada indukan orang utan yang diduga dibunuh oleh warga dan sang bayi orang utan pun menangis. Memang, tak ada bukti secara langsung bahwa induk orang utan ini dibunuh, sebab warga yang dititipi orang utan tersebut hanya menyerahkan anaknya saja dan warga mengaku bahwa induknya tewas saat kejadian kebakaran hutan.

Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah dan Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation telah menyita satu orangutan dari warga Desa Bereng Rambang, Kec. Kahayan Tengah, Kab. Pulau Pisau. Orangutan dengan jenis kelamin betina ini diyakini masih berusia 4 hingga 5 bulan.

“Orangutan tersebut diletakkan di kardus bekas makanan ketika ia diserahkan warga,” ujar Monterado Friedman, sebagai perwakilan Komunikasi BOSF Nyaru Menteng saat ditemui di Palangkaraya, hari Sabtu (4/6/2016) kemarin.

Pihak Tim BKSDA dan BOSF tak yakin soal cerita warga bahwa Mema, si bayi orang utan tersebut, ditemui sendirian berada di tepi bekas hutan yang terbakar. Temuan Mema malah menimbulkan dugaan bahwa sang induk sudah mati terbunuh. Perkiraan tersebut muncul berdasar dari kondisi Mema.

Friedman menuturkan, bahwa induk orangutan tak bakal melepaskan bayinya dalam situasi apapun. Sang anak pun juga sama. Ia bakal berpegangan erat maupun mencengkeram erat pada rambut sang induk.